Banyak orang lapangan salah kaprah. Mereka membeli pompa hanya melihat ukuran dim (inci) lubangnya. Hasilnya, air tidak naik, mesin diesel panas, dan solar boros.
Masalah utamanya ada di head pompa. Artikel ini menjelaskan cara menghitung kebutuhan tekanan pompa secara sederhana agar Anda tidak salah beli unit.
Head Pompa Itu Apa
Jangan pusing dengan rumus fisika rumit. Kita pakai bahasa lapangan.
Head bukan jarak, bukan juga “tenaga mesin”
Head adalah kemampuan pompa untuk mengangkat air secara vertikal (tegak lurus) melawan gravitasi dan gesekan. Head satuannya meter, bukan HP (Horse Power). Pompa dengan HP besar belum tentu punya head tinggi jika desain impelernya untuk debit besar (low head).
Bedanya head, tekanan, dan debit (tanpa rumus ribet)
Bayangkan Anda meniup selang. Head adalah seberapa kuat tiupan pipi Anda (tekanan). Debit adalah seberapa banyak air yang keluar (volume). Semakin tinggi Anda harus meniup (head tinggi), semakin sedikit air yang keluar (debit turun). Anda tidak bisa mendapatkan keduanya maksimal secara bersamaan.
Kenapa Head Itu Penting Saat Memilih Pompa
Salah hitung head berarti pompa tidak akan berfungsi optimal.
Kenapa pompa “terasa lemah” padahal ukurannya besar
Pompa 8 inci belum tentu bisa menembak air setinggi 50 meter. Jika total head sistem pipa Anda 60 meter, tapi kemampuan pompa di kurva (pump curve) hanya 50 meter, air sama sekali tidak akan keluar. Ini disebut titik shut-off head.
Dampak head ke debit, panas, dan boros bahan bakar
Jika pompa dipaksa bekerja di atas kemampuan head-nya, impeler hanya mengaduk air di dalam casing. Energi berubah jadi panas, bukan aliran. Mesin bekerja keras, solar terbakar, tapi air hanya menetes.
Komponen Total Head yang Perlu Anda Hitung
Total Dynamic Head (TDH) adalah musuh yang harus dilawan pompa. Isinya bukan cuma tinggi tebing.
Beda tinggi (static head)
Ini adalah jarak vertikal dari permukaan air di sumber hisap sampai ke ujung pipa buang tertinggi. Ini angka mutlak gravitasi.
Kerugian gesek pipa (friction loss)
Air yang mengalir bergesekan dengan dinding pipa. Semakin panjang pipa, semakin besar gesekannya. Gesekan ini “mencuri” tenaga dorong pompa. Pipa tua yang berkarat punya gesekan lebih besar daripada pipa PVC baru.
Belokan, sambungan, valve (minor losses)
Setiap kali air berbelok di elbow (tikungan L) atau melewati check valve, alirannya terhambat. Satu buah elbow 90 derajat bisa setara dengan menambah panjang pipa lurus 1 hingga 3 meter, tergantung diameternya.
Kondisi fluida (slurry lebih berat dari air)
Mengangkat pasir (slurry) lebih berat daripada mengangkat air bening. Berat jenis (Specific Gravity) fluida mempengaruhi daya yang dibutuhkan. Head yang tertulis di katalog biasanya untuk air bersih. Jika untuk pasir, performanya akan turun (derating).
Cara Kira-Kira Menghitung Total Head Secara Sederhana
Anda tidak perlu kalkulator sains di lapangan, cukup estimasi yang aman.
Step 1: ukur beda tinggi dengan cara paling mudah
Lihat beda elevasi. Kalau tidak ada alat ukur, kira-kira saja tinggi tebing atau jarak vertikal menara tandon. Misal: 10 meter.
Step 2: catat panjang pipa dan jumlah belokan
Ukur panjang total pipa dari hisap sampai buang. Hitung jumlah belokan.
Step 3: tentukan “margin aman” untuk kondisi lapangan
Rumus kasarnya: Anggap kerugian gesek (friction loss) sekitar 10 persen sampai 20 persen dari total panjang pipa (tergantung diameter). Lalu tambahkan dengan beda tinggi (Step 1).
Step 4: cocokkan dengan target debit (flow) yang Anda butuhkan
Bawa angka Total Head ini ke penjual pompa. Minta mereka tunjukkan “Kurva Pompa”. Cari titik pertemuan antara Head hitungan Anda dengan Debit yang Anda mau.
Contoh hitung cepat kasus jarak dekat
Beda tinggi 5 meter. Panjang pipa 20 meter. Belokan 2 biji. Hitungan: 5 meter + (20% dari 20 meter) = 5 + 4 = 9 meter. Cari pompa yang di head 9 meter masih punya debit bagus.
Contoh hitung cepat kasus jarak menengah dengan banyak belokan
Beda tinggi 15 meter. Panjang pipa 200 meter. Belokan 10 biji. Hitungan: 15 meter + (20% dari 200 meter) = 15 + 40 = 55 meter. Anda butuh pompa tekanan tinggi (high head), bukan pompa banjir biasa.
Contoh hitung cepat untuk slurry (kenapa beban bisa terasa naik)
Jika hitungan air bersih ketemu head 30 meter, untuk pompa pasir, anggaplah Anda butuh tenaga ekstra. Pompa harus mampu mengatasi berat jenis pasir yang lebih berat. Pilih pompa dengan spek di atas 35-40 meter untuk aman.
Kesalahan yang Paling Sering Terjadi Saat Menghitung Head
Hindari blunder ini agar proyek tidak mangkrak.
Lupa belokan dan sambungan
Banyak orang hanya menghitung panjang pipa lurus. Padahal instalasi yang berliku-liku bisa melipatgandakan beban pompa.
Pipa terlalu kecil untuk debit yang diinginkan
Memaksa debit besar lewat pipa kecil itu seperti menyuruh orang lari sambil bernapas lewat sedotan. Gesekannya (friction loss) melonjak drastis. Head sistem jadi sangat tinggi, debit air drop.
Mengandalkan angka katalog tanpa melihat sistem pipa
Di brosur tertulis “Max Head 50 Meter”. Ingat, itu adalah kondisi debit nol. Jangan beli pompa itu jika Anda butuh menaikkan air setinggi 48 meter. Debitnya pasti sudah sangat kecil.
Tips Praktis Memperbaiki Sistem Kalau Head Terlalu Berat
Jika pompa sudah terlanjur dibeli tapi air keluar kecil, coba trik ini.
Kurangi belokan, luruskan jalur
Potong jalur pipa. Buang elbow yang tidak perlu. Ubah jalur zig-zag menjadi garis lurus atau lengkungan landai.
Sesuaikan diameter pipa
Ganti pipa buang (discharge) ke ukuran satu step lebih besar. Misal dari 4 inci ke 5 atau 6 inci. Ini cara paling ampuh menurunkan gesekan dan menaikkan debit.
Pindahkan posisi pompa agar sisi hisap lebih “ringan”
Dekatkan pompa ke sumber air. Pompa lebih jago mendorong daripada menghisap. Pastikan Net Positive Suction Head (NPSH) aman.
Jangan biarkan sisi hisap bocor udara
Sedikit udara masuk di sisi hisap akan merusak kevakuman. Head hisap jadi drop, total head kemampuan pompa hancur.
FAQ Head Pompa
Head itu sama dengan jarak dorong?
Tidak. Jarak dorong mendatar jauh lebih ringan daripada jarak dorong vertikal. 100 meter mendatar mungkin beban head-nya cuma setara 5-10 meter vertikal (tergantung gesekan pipa).
Kenapa pipa panjang bikin debit turun?
Karena energi pompa habis dipakai melawan gesekan dinding pipa sepanjang jalur itu, sisanya baru dipakai untuk mendorong air keluar.
Kalau saya naikkan diameter pipa, apa efeknya?
Gesekan turun drastis. Head sistem menjadi lebih ringan. Debit air yang keluar akan lebih besar.
Bagaimana cara tahu saya butuh pompa yang lebih besar?
Jika setelah pipa diluruskan dan dibesarkan, debit masih kurang dari target, berarti Anda butuh unit dengan kurva head yang lebih tinggi.
Apakah slurry/pasir mempengaruhi perhitungan head?
Sangat berpengaruh. Pasir menambah gesekan di pipa dan menambah berat kolom cairan. Selalu gunakan faktor keamanan lebih saat memilih pompa lumpur.
Mau Dibantu Cocokkan Head dan Debit dengan Unit yang Tepat? Konsultasi dengan DICO
Salah hitung head adalah penyebab utama kegagalan sistem pompa. Jangan spekulasi. Kirimkan data panjang pipa, jumlah belokan, beda tinggi, target debit, dan jenis material Anda kepada kami.
Tim DICO akan membantu membacakan kurva pompa dan memilihkan unit yang paling efisien untuk Anda.
- Cek opsi Kategori Pompa Pasir terbaik kami.
- Lihat Semua Produk DICO.
- Pelajari Artikel Edukasi teknis lainnya.
- Hubungi Kontak Konsultasi Teknis DICO untuk perhitungan gratis.
- Kunjungi Homepage.










