Panas berlebih pada unit pompa bukan masalah sepele. Ini adalah sinyal bahwa energi terbuang sia-sia atau ada gesekan yang merusak komponen. Jika dibiarkan, seal akan meleleh, bearing pecah, atau as pompa patah.
Artikel ini membahas penyebab pompa cepat panas, khususnya pada aplikasi berat seperti pompa pasir dan lumpur, serta solusi praktis untuk tim lapangan Anda.
Sebelum Panik, Pastikan “Yang Panas” Bagian Mana
Anda harus membedakan sumber panasnya. Jangan asal vonis pompa rusak.
Mesin penggerak yang overheat (diesel/bensin)
Sentuh area mesin diesel atau dinamo. Jika panas ekstrem ada di sini, masalahnya mungkin pada sistem pendingin mesin, oli mesin, atau beban pompa terlalu berat (ampere naik). Ini urusan mekanik mesin.
Rumah pompa, bearing, atau seal yang panas
Sentuh housing bearing atau casing pompa (wet end). Jika area ini mendidih, masalah ada pada hidrolika atau mekanis pompa itu sendiri. Fokus kita ada di sini.
Kapan harus langsung matikan unit (tanda bahaya)
Matikan mesin segera jika muncul asap dari seal, bau gosong tajam, suara gerinda logam beradu, atau getaran ekstrem. Melanjutkan operasi hanya akan menghancurkan shaft utama.
Penyebab Umum Pompa Cepat Panas di Lapangan
Masalah ini sering terjadi karena ketidaksesuaian instalasi, bukan kualitas pompa.
Pompa “kering” atau kurang suplai air (dry run)
Ini penyebab nomor satu. Pompa sentrifugal butuh cairan untuk pendinginan. Jika berjalan tanpa air (dry run) meski hanya 1 menit, mechanical seal akan terbakar karena gesekan kering.
Selang hisap bocor udara (pompa masuk angin)
Istilah lapangannya masuk angin. Udara masuk ke ruang impeler. Ini memicu kavitasi. Gelembung udara meledak di dalam, menghantam metal, dan menimbulkan panas tinggi serta suara kerikil.
Strainer tersumbat atau terlalu kecil
Saringan kotor membuat pompa tercekik. Suplai air berkurang drastis. Pompa bekerja ekstra keras untuk menarik air (vakum tinggi), tapi debit tidak ada. Akibatnya energi berubah jadi panas.
Pipa buang terlalu panjang atau kebanyakan belokan (head/losses besar)
Banyak orang lupa menghitung Total Dynamic Head. Setiap meter pipa dan setiap belokan (elbow) menambah hambatan gesek. Jika hambatan ini lebih besar dari kemampuan dorong pompa, air tidak mengalir. Air hanya berputar di dalam casing (recirculation) dan mendidih dalam hitungan menit.
Slurry terlalu kental atau padatan terlalu tinggi (beban naik)
Pompa pasir punya batas konsentrasi padatan. Jika campuran pasir terlalu pekat, berat jenis fluida naik. Beban impeler melonjak. Gesekan antara pasir dan casing juga meningkatkan suhu drastis.
Kecepatan putaran/RPM tidak sesuai (terlalu tinggi untuk kondisi)
Memutar pompa diesel cepat panas di atas RPM yang diizinkan (overspeed) memang menaikkan debit sesaat. Tapi ini memaksa bearing dan as bekerja di luar batas desain. Panas gesekan akan muncul cepat.
Bearing kurang pelumasan atau mulai rusak
Grease atau oli bearing yang kering membuat logam bergesekan langsung. Panas akan merambat dari rumah bearing ke as dan casing pompa.
Misalignment pompa–mesin atau rangka tidak stabil (getaran)
Kopling yang tidak lurus atau sasis yang goyang membuat putaran as tidak sentris. Getaran ini berubah menjadi energi panas di area bearing dan coupling.
Untuk submersible: pendinginan motor tidak optimal karena pemasangan/level air
Pompa celup mengandalkan air di sekelilingnya untuk mendinginkan motor. Jika air surut dan body pompa terekspos udara, motor akan overheat dan terbakar (winding putus).
Cara Mengatasi Pompa Cepat Panas (Langkah Praktis Bertahap)
Jangan menebak-nebak. Lakukan urutan ini.
Langkah cepat 5 menit (cek strainer, cek kebocoran hisap, cek aliran keluar)
Cek strainer di ujung hisap. Bersihkan sampah. Cek klem selang hisap. Kencangkan semua baut. Pastikan air keluar di ujung pipa buang. Kalau air tidak keluar tapi mesin meraung, matikan segera.
Rapikan sisi hisap dulu (posisi pompa, panjang selang, sambungan)
Pastikan jarak pompa ke sumber air sedekat mungkin. Jangan pakai selang hisap yang lemas (bisa kempis saat menyedot). Pastikan tidak ada lekukan selang yang naik-turun (air trap).
Rapikan sisi buang (kurangi belokan, sesuaikan diameter, cek beda tinggi)
Kurangi jumlah belokan L atau elbow. Potong pipa buang jika terlalu panjang dan tidak perlu. Ganti pipa dengan diameter lebih besar jika gesekan terlalu tinggi.
Atur campuran slurry agar lebih aman (kalau memungkinkan)
Jika Anda memompa lumpur pekat, tambahkan air di area hisap (water jetting) untuk mengencerkan campuran. Ini meringankan beban kerja impeller.
Cek area bearing dan pelumasan (tanda awal kerusakan)
Buka tutup bearing. Tambahkan grease (gemuk) tipe high-temperature lithium jika kurang. Jika terdengar bunyi kasar saat diputar tangan, ganti bearing baru.
Cek getaran dan dudukan/rangka (indikasi misalignment)
Kencangkan baut pondasi. Pastikan kopling antara mesin dan pompa lurus (alignment) menggunakan dial indicator atau minimal penggaris besi.
Pencegahan Biar Tidak Kejadian Lagi (Yang Realistis untuk Tim Lapangan)
Perawatan rutin lebih murah daripada beli pompa baru.
SOP start-up dan shutdown sederhana
Jangan nyalakan mesin jika pompa belum terisi air (priming). Sebelum mematikan mesin, alirkan air bersih sebentar untuk membilas sisa pasir di dalam casing agar tidak mengendap dan macet saat start besoknya.
Jadwal inspeksi ringan (harian/mingguan)
Cek level oli dan grease setiap pagi. Cek kekencangan baut seminggu sekali. Dengarkan suara mesin setiap hari. Perubahan suara adalah indikator awal masalah.
Kapan perlu ganti wear parts sebelum “jebol”
Ganti impeller dan liner jika performa sedot sudah turun drastis. Komponen yang aus membuat celah internal melebar. Efisiensi turun, turbulensi naik, dan panas meningkat.
Kesalahan yang Paling Sering Bikin Pompa Overheat
Hindari mindset yang salah ini.
Mengira masalahnya selalu di mesin, padahal di pipa/instalasi
Operator sering menyalahkan mesin diesel yang “loyo”. Padahal beban mesin berat karena ada sumbatan di pipa atau kavitasi di pompa. Ganti mesin pun akan tetap panas jika instalasi pompanya salah.
Mengandalkan diameter pompa, lupa total head
Ukuran 4 inch atau 6 inch hanya ukuran lubang. Itu tidak menentukan kekuatan dorong. Anda wajib menghitung total ketinggian dan panjang pipa gesek (friction loss) agar sesuai kurva performa pompa.
Membiarkan kebocoran sisi hisap kecil (padahal efeknya besar)
Lubang jarum di selang hisap sudah cukup untuk menjatuhkan performa pompa hingga 50 persen. Jangan toleransi kebocoran hisap sedikitpun.
FAQ Pompa Cepat Panas
Kenapa pompa baru bisa cepat panas?
Biasanya karena kesalahan instalasi (misalignment) atau salah pilih spesifikasi (undersized). Atau, packing gland terlalu kencang sehingga menjepit as pompa.
Apa tanda pompa “masuk angin” dan efeknya?
Tandanya aliran air tersendat-sendat (keluar-berhenti) dan suara mesin naik-turun. Efeknya impeller panas dan bisa pecah karena kavitasi.
Apakah slurry terlalu kental bisa bikin mesin lebih boros dan panas?
Ya. Memompa pasir butuh tenaga 3 kali lipat dibanding air bersih. Semakin kental, semakin berat beban poros, semakin panas mesin dan transmisinya.
Bagaimana cara cek sederhana apakah pipa saya “kebanyakan losses”?
Pasang pressure gauge di outlet pompa. Jika tekanan bacaan sangat tinggi tapi air yang keluar di ujung pipa kecil, berarti hambatan pipa anda terlalu besar (buntu atau terlalu panjang).
Kapan harus servis bearing atau ganti impeller/casing?
Ganti bearing jika suhu rumah bearing tidak bisa dipegang tangan (di atas 60-70 derajat Celcius). Ganti impeller jika ujung daunnya sudah tajam atau berlubang.
Apakah aman menyiram air ke mesin/pompa yang panas?
Sangat berbahaya. Perubahan suhu drastis (thermal shock) bisa membuat casing besi cor retak atau pecah seketika. Biarkan dingin alami atau gunakan kipas angin.
Butuh Bantuan Cek Setting dan Pilih Unit yang Lebih Pas? Konsultasi dengan DICO
Salah pilih pompa berarti buang uang operasional setiap hari. Tim DICO siap membantu Anda menghitung kebutuhan head, debit, dan jenis pompa pasir yang tepat agar awet dan efisien.
- Lihat Kategori Pompa Pasir yang tersedia.
- Cek Semua Produk DICO.
- Baca Artikel Edukasi lainnya.
- Hubungi Kontak Konsultasi Teknis kami segera.
- Kunjungi Homepage DICO.










